06 Jan 2018 yang lalu

Saat hamil, para wanita harus lebih waspada terhadap berbagai risiko infeksi. Sebab, hal itu tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh si ibu, tapi juga janin yang dikandung. Bahkan, tak jarang infeksi yang cukup parah bisa memicu cacat lahir atau keguguran. Dikutip dari medscape.com, berikut ini lima infeksi yang sering terjadi pada ibu hamil.

1. Infeksi saluran kemih

uti-symptoms

Sumber: herbalwisdominstitute.com

Infeksi saluran kemih (ISK) memang sering terjadi selama kehamilan. Kondisi itu biasanya dipicu pertumbuhan janin di dalam rahim sehingga kandung kemih dan saluran kemih ikut tertekan. Pada akhirnya, bakteri menjadi terperangkap di saluran kemih dan memicu infeksi.

2. Group B Streptococcus

groupB_strep

Sumber: babyq.com

Infeksi ini dipicu bakteri yang disebut Group B Streptococcus (GBS). Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar satu dari empat wanita mengalami infeksi GBS. Infeksi ini paling sering ditularkan selama persalinan karena bakteri tersebut mungkin sudah ada di vagina atau rektum ibu. Pada wanita hamil, infeksi ini bisa menyebabkan radang internal dan lahir mati.

3. Listeriosis

Listeria-monocytogenes_img

Sumber: biocote.com

Listeriosis disebabkan konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Sekitar sepertiga dari kasus listeriosis terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Pada kasus yang jarang terjadi, wanita hamil juga bisa mengalami listeriosis setelah melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

4. Vaginosis bakterialis

26745-de5f8d-treat-your-vagina-with-the-kindness-it-deserves-e1451119471535 Sumber: amyriadofcharm.com

Vaginosis bakterialis disebabkan pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali dan biasanya terjadi di vagina. Infeksi ini bisa memicu persalinan prematur jika tidak diobati. Selain itu, infeksi tersebut dapat ditularkan melalui plasenta ke janin dan bisa menyebabkan kematian janin.

5. Infeksi jamur

8-78

Sumber: teslaleak.com

Rasa gatal dan terbakar di area vagina biasanya disebabkan infeksi jamur. Kondisi itu umumnya disebabkan pertumbuhan Candida berlebih, sejenis jamur yang hidup secara alami di vagina. Selama kehamilan, peningkatan kadar estrogen dan progesteron mendorong terciptanya lingkungan yang nyaman bagi jamur untuk berkembang.

Banner: babyinfo.com.au

Install Aplikasi BaBe

Cepat, ringan, dan hemat kuota!

UNDUH

Kontributor: Dimas Andhika Pramayuga

Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar dari campur tangan BABE.

BABE menyediakan wadah bagi anak bangsa yang tertarik untuk memuat karya tulisnya di sini.

Info: nulis.babe.news

Home
Kategori
Sosial
Ekstra
Ente tau gak?